Anak Punya Teman Khayalan? Tak Perlu Panik, Begini Penjelasannya

Anak Punya Teman Khayalan? Tak Perlu Panik, Begini Penjelasannya

Anak punya teman khayalan? Tak perlu panik, kasus ini cukup sering terjadi pada anak-anak di seluruh dunia. Anda juga tidak perlu langsung mengaitkannya dengan hal mistis.

Teman khayalan ini berkaitan erat dengan perkembangan imajinasi anak. Pada umumnya, tingkat imajinasi akan akan mulai berkembang di usia 2-3 tahun.

Di usia-usia tersebut, wajar jika anak mulai bermain dengan teman imajiner. Kasus ini cukup sering terjadi, tapi alasan terjadinya berbeda-beda. Panjang waktu keberadaan teman imajiner ini juga berbeda di setiap anak.

Mengapa anak punya teman khayalan?

Tidak ada yang tahu pasti selain anak Anda. Yang jelas, teman khayalan membuat hari-hari mereka menyenangkan. Imajinasi anak sedang tinggi-tingginya di usia tersebut.

Nah, imajinasi juga perlu dilatih untuk mengembangkan kesehatan emosi dan mental si kecil. Paling tidak, anak tidak akan merasa bosan karena terus memiliki teman bermain.

Kasus teman imajiner ini juga lebih sering dialami oleh anak yang penyendiri. Jika mereka tidak punya cukup teman di dunia nyata, kemungkinan besar mereka akan memiliki lebih banyak teman imajiner.

Bukan berarti si kecil kekurangan teman, melainkan hanya ingin menciptakan dunianya sendiri yang lebih nyaman.

Tak perlu khawatir, tapi tentukan batasan

Tentu saja teman khayalan tidak benar-benar ada di mata Anda. Namun, bagaimana anak menilainya? Sebagian besar anak justru menyadari bahwa teman imajiner mereka tidak benar-benar ada.

Seperti yang dijelaskan di atas, teman imajiner adalah pertanda tumbuhnya imajinasi anak. Jadi Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

Bahkan Anda bisa ikut bertanya atau berpura-pura berinteraksi dengan teman imajiner tersebut. Tentunya dengan izin si kecil. Biarkan anak Anda mengontrol dunia fantasinya sendiri.

Tidak terkait kecerdasan, juga tidak terkait masalah kesehatan mental

Hingga kini tidak ada bukti bahwa memiliki teman khayalan berdampak positif terhadap kecerdasan anak di masa depan. Namun, riset membuktikan ada beberapa kemiripan pada anak dengan kasus ini.

Anak yang tumbuh dengan teman imajiner biasanya memiliki kemampuan lebih untuk berbicara. Mereka lebih mudah memahami perasaan orang lain karena dapat memahami perspektif berbeda.

Sebuah studi membuktikan bahwa anak yang memiliki teman imajiner cenderung akan tumbuh lebih kreatif, imajinatif, memiliki lebih banyak kosa kata, dan tidak mudah stres.

Nah, meski teman imajiner tidak terbukti berdampak terhadap kecerdasaan anak, di saat yang sama situasi ini tidak terkait dengan masalah kesehatan mental. Jadi Anda tidak perlu panik.

Memiliki teman khayalan tidak sama dengan kasus gangguan identitas atau memiliki kepribadian ganda.

Kapan harus mulai khawatir?

Teman imajiner cenderung bertahan sampai rata-rata usia 9 tahun, tapi ada beberapa kasus bertahan lebih lama. Biasanya, teman imajiner akan hilang begitu anak lebih asyik dengan temannya di dunia nyata.

Secara umum, Anda tidak perlu panik. Kasus teman khayalan akan hilang dengan sendirinya. Justru lebih banyak dampak positif yang akan didapatkan anak.

Anda sebaiknya baru merasa khawatir ketika anak menyalahkan teman khayalan atas perilaku buruk dan kesalahan mereka. Dalam kasus ini, Anda bisa mengajari anak bahwa mereka harus bertanggung jawab untuk setiap tindakan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *